Kamis, 05 April 2018

Kemolekan Tubuh Anita Hara Yang Menggoda

Pusaran Lendir - Anita Hara adalah seorang Wanita Batak berparas cantik yang sempat bekerja sebagai seorang Model Iklan serta Bintang Sinetron di Indonesia. Sangat disayangkan, karena karir aktingnya tidak terlihat mencolok dikarenakan banyaknya peran protagonis yang sering diambilnya.


Nama Anita Hara lebih dikenal sebagai sosok wanita berimage seksi. Maklum, Wanita Batak bermarga Hutapea ini dulunya sering kali tampil seksi di hadapan publik. Anita bahkan sangat bangga dengan tubuhnya, yang dibalut oleh kulit berwarna coklat. Katanya, kita harus selalu bersyukur atas segala anugrah yang diberikan Tuhan.


Pada postingan kali ini, PusaranLendir.site akan mengajak kalian semua untuk lebih mengenal gadis berdarah batak yang memiliki tubuh menggoda ini. Sebagai ucapan terima kasih atas dukungan yang kalian berikan, maka PusaranLendir akan membagikan Kumpulan Foto Anita Hara Bugil untuk kalian semua!

Jadi langsung saja disimak infomasi lengkap mengenai Gadis Batak Seksi ini Yah!

Galeri Foto Anita Hara Hot Mom Seksi Berdarah Batak


Wanita berdarah batak kelahiran Jakarta, 29 Maret 1980 ini merupakan seorang sarjana psikologi lulusan sebuah universitas swasta di kawasan semanggi. Semua profesi pernah dicobanya, mulai dari akting, presenter, hingga dunia tarik suara.


Hal yang paling berkesan dari Wanita berdarah batak ini adalah senyumnya yang manis, serta ukuran buah dadanya yang sangat menggoda di mata pria (bukannya mau mesum, sebagai pria normal tentu mimin senang melihat sepasang buah gantung).


Ukuran buah dadanya yang membulat besar semakin terlihat menggoda, berkat ukuran tubuhnya yang kurus dan langsing. Jadi, jangan heran kalau dalam beberapa foto Anita Hara yang mimin bagikan, Buah Dadanya terlihat mencuat.


Meskipun sudah menjadi seorang Public Figure Indonesia yang sangat terkenal, hal tersebut tidak membuat Anita Hara menjadi pribadi yang sombong. Ia sangat dikenal sebagai seorang pribadi yang supel dan sangat ramah.


Sangat disayangkan, dalam masalah berkeluarga gadis berdarah batak ini boleh dikatakan kurang beruntung. Bagaimana tidak, karena sudah pernah merasakan perceraian akhirnya Anita Hara memilih untuk menjadi single parent untuk membesarkan kedua buah hatinya.


Bonus Foto Anita Hara Bugil Pamer Buah Dada


Setelah melihat senyuman manis Anita Hara serta keseksian tubuhnya, maka pada bagian ini kalian bisa menikmati tubuh Anita Hara dalam keadaan Telanjang. Tanpa basa-basi lagi, silakan dinikmati kemolekan tubuh Anita Hara pada beberapa gambar di bawah ini.


Bisa kalian amati dengan teliti pada gambar di atas, betapa indahnya Payudara yang dimiliki oleh Anita Hara. Dengan ukuran serta bentuk yang sangat menggoda itu, tidak usah heran jika wanita berdarah batak ini dikagumi oleh kaum pria.

Nah, gambar terakhir ini merupakan koleksi pribadi Anita Hara yang mimin dapatkan dari narasumber terpercaya. Gambar ini diambil oleh Anita Hara saat sedang Indehoi di dalam sebuah Hotel dibilangan Jakarta Selatan...


Kemulusan Tubuhnya benar-benar terlihat pada gambar di atas.... Buah dadanya yang membulat padat, disertai oleh Vagina terawat yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Terlihat dengan jelas pada gambar di atas, kalau Anita Hara sangat menjaga alat kewanitaannya. Hal itu terbukti dari rambut kemuluannya yang tertata rapi.

Lihat Juga:

Nah, sampai disini dulu yah perjumpaan kita... Sudah puas kan menikmati Foto Anita Hara Nude di atas? Jangan lupa Bookmark Alamat Situs Pusaran Lendir, sehingga kalian tidak ketinggalan foto-foto bugil yang akan Kami publish berikutnya!

Selasa, 09 Januari 2018

Gadis Manis Pemuas Birahi

Pada postingan kali ini, pusaranlendir.site akan menyajikan sebuah cerita dewasa dengan judul Gadis Manis Pemuas Birahiku kepada kalian semua. langsung saja yuk.


Dengan bibir yang terus melumat buah dadaku serta menggigit puting susuku, jari-jari Indri mempermainkan kelentitku. Uhh, rasanya aku tenggelam dalam samudra kenikmatan yang tak terhingga..

Geliat-geliat tubuhku menggila disertai dengan rintihan yang disebabkan tak mampunya aku menerima kenikmatan yang datang melanda bak topan di lautan.

Kujambak rambut Indri hingga menjadi awut-awutan. Dan Indri sendiri semakin kesetanan.

Jari-jarinya berusaha menembus lubang vaginaku. Aku merasakan kegatalan sekaligus kenikmatan yang dahsyat. Bibir lubang vaginaku mengencang.., ingin ditembus tetapi malah merapatkan pintunya. Sungguh suatu ironi yang sangat.

Pada gilirannya dilepasnya kuluman di dadaku. Tangannya membuka lepas celana dalamku. Indri langsung menyorongkan mukanya ke pahaku. Ke selangkanganku. Wajahnya mengendus seluruh permukaan kemaluanku. Hidungnya menyergap aroma yang keluar dai kemaluanku. Dan lidahnya dengan segera menemukan lubang vaginaku. Langsung menjilatinya.

Aku sendiri menjadi mabuk penuh kenikmatan. Aku mengerang dan terus menggeliat. Kali ini aku menginginkan bibir Indri, lidah Indri, mulut Indri seluruhnya menelan kemaluanku. Aku angkat-angkat pantatku agar Indri dapat dengan cepat melahap semuanya. Aku ingin Indri cepat-cepat menghilangkan kegatalan yang menerpaku.

Aku dapat merasakan daerah vaginaku telah membasah. Cairan birahiku mengalir dengan deras sekali. Kudengar bibir Indri yang menjadi sibuk menyedot cairan itu. Kedengaran seperti anak-anak minum es krim dari tempatnya, menjilat-jilat, menyedot dan melahap hingga cangkir-cangkirnya ikut termakan. Aku merasakan Indri sedang ‘memakan’ kemaluanku.

‘Indrii.., aku tidak tahann.., oohh.., gatal sekallii.. Indrii..’.

Kudengar nafas Indri makin memburu. Hh.., hh, hh, hh, hh, hh.. Tangannya meliar. Dia melepas sendiri pakaiannya, dia renggut kancing celana dan menarik resluitingnya dan dengan serta-merta dilemparkannya ke lantai celana jeansnya. Kemudian dia rengkuh kaki kananku, ditarik dan ditungganginya. Dijepitnya kakiku di selangkangannya, diarahkannya jari kakiku. Diarahkannya jari-jari kakiku ke lubang vaginanya, dia desak-desakkan ke lubang vaginanya. Dia merintih, mengaduh, oohh.., hh.., hh..

Cerita sex awal Gadis Manis Pemuas Birahiku


Saat akhirnya lubang itu melahap ujung-ujung jari kakiku Indri, mulai melakukan gerak memompa. Dijadikannya jari-jari kakiku sebagai pengganti penis lelaki. Pantatnya naik turun menarik dan mendorong kemaluannya melahap jari-jari kakiku. Baru kali ini aku melihat perempuan sedemikian kehausan. Indri tidak lagi mempedulikan penampilannya. Dia tidak lagi merasa perlu menjaga penilaian orang lain terhadap dirinya.

Indri sedang dipacu oleh nafsu birahinya yang bergolak-golak seperti kawah gunung berapi yang hendak memuntahkan laharnya. Pantatnya yang semakin indah di mataku itu terus naik turun bak alun samudra.., terkadang dipercepat terkadang melambat mengikuti alir birahinya yang datangnya juga bergelombang-gelombang..

Hingga.. akhirnya dengan teriakan bak lolong serigala betina, ‘Mbak Marinii.. ma’afin akkuu.., oohh.., oohh.., oohh.. Maarriinii..’.

Indri meraih puncak kepuasan birahinya. Orgasmenya. Sesudah itu ia langsung rebah ke lantai. Kulihat keringatnya membasahi seluruh tubuhnya, blusnya, rambutnya, pada tubuhku, bahkan pada karpetku. Aku sedemikian terpana oleh birahi yang baru saja menyerangnya.

Aku menyaksikan kepuasan tak terhingga pada Indri. Kubiarkan dia. Nafasnya tersengal-sengal. Pelan-pelan aku bangkit menuju dapur, pasti akan nikmat jika dalam panas Jakarta serta panasnya permainan birahi Indri yang melelahkan ini disegarkan dengan segelas besar orange juice dingin dari lemari esku.

Di depannya aku meminum beberapa teguk dari gelas itu. Kemudian kuserahkan padanya. Indri dengan penuh kehausan langsung menerima dan meminumnya hingga tandas habis. Kembali senyumannya merebak yang selalu diiringi dengan dekik lesung di pipinya.

‘Terima kasih, Mbak Mar, ohh.. thanks bangett.. untuk segala-galanya.. untuk.., nih.., nih.., nih.., nih.., nih.., nih..’, sekali lagi senyumnya mengembang dengan disertai gaya humor segarnya dengan tangannya menjamah bibir, leher, dada, paha, jari-jari kaki, jari-jari tangan dan vaginaku dengan kata-kata “nih.., nih.., nih..” itu.


Mbak Mar Gadis Manis Pemuas Birahi 


Dan reaksiku sungguh tak kuduga sendiri, rasa ketersanjunganku, rasa kenikmatan yang kuterima darinya serta berbagai macam rasa yang tak mampu kuungkapkan mendorongku untuk kembali memeluk Indri. Kupeluk Indri dan aku menciuminya. Indri menyambut pelukan dan ciumanku. Kembali kami saling melumat.

‘Mbak Marini belum orgasme yaa?? Mau yaa..?’, dia berbisik ke telingaku.
‘He-eehh’, aku terlarut dan menjawab dalam gumam.
Indri melepas pelukanku, tangannya meraih kedua bahuku dan memandangku.

‘Mbak aku punya dildo. Persis deh mbak. Macam-macam bentuknya. Ada yang mirip punya orang bule, ada china, ada negro, ada coklat, putih. Nanti tinggal pilih saja. Mauu..?? OK, Mbak tunggu ya, biar aku ambil, nanti kita pilih-pilih..’, aku tidak menjawab, malu.

Aku malu untuk berterus terang bahwa aku sangat ingin melihat mainan ‘perempuan kesepian’ itu. Aku sendiri malu untuk mencoba-coba beli. Pertama takut ketahuan suami dam kedua yaa.., malulah datang ke tempat itu untuk membeli itu. Selama ini aku pecahkan saja dengan caraku yang aman dan mudah, ketimun.
Sekitar 10 menit kemudian Indri kembali dengan tas di tangan.

‘Nih Mbak, lihat saja. Pilih saja..’, aku keheranan saat dia membuka tas itu.

Dia tumpahkan beberapa benda-benda berbentuk penis. Ada yang biru, ada yang kuning, ada yang persis penis negro, hitam lengkap dengan urat-uratnya seperti yang aku pernah tonton di VCD.
‘Suamiku senang membawakan ini semua untukku. Oleh-oleh, dia bilang. Mungkin dia sangat tahu aku pasti kesepian sering ditinggalnya’.

Melihat kontol-kontol palsu berserakan di karpet rumahku, aku geli juga. Tetapi saat aku membayangkan bagaimana benda-benda itu bisa memberikan kenikmatan syahwatku, mukaku jadi memerah. Rasanya birahiku naik lagi. Libidoku tergoda.


Pemanasan Sebelum Melakukan Sex


‘Indri mau nggak bantu aku masak dulu. Nanti makan siang saja di sini yaa??’, aku mengajak Indri ke dapur.
‘Aku nggak tahan melihat dildo Indri tadi. Aku ingin ngerasain yang item gede tadi lhoo’, Indri cekikikan mendengar aku berbisik padanya.

‘Saya senang Mbak Mar udah mau ngomong gitu.., hi.., hi.., hi..’.

‘Khan Indri yang ngajarin..’, dengan wajah penuh gairah, kami saling merangkul pinggang menuju dapur.
Kami masak tumis kangkung. Ada sepotong daging ham di chiller lemari es-ku, Indri memasak sambal goreng pedas ala Menado.
‘Biar Mbak Marini galak’, komentarnya.

Kami makan sepiring berdua. Saling menyuapi. Dia mengunyah daging Menadonya kemudian mencaplok bibirku. Daging kunyahannya berpindah ke mulutku. Demikian pula aku sebaliknya. Kami juga minum dari satu gelas.

Waktu makan itu kami jadikan waktu untuk terus pemanasan untuk memenuhi kehausan seksual wanita-wanita yang sering ditinggal suaminya. Mas Adit suamiku, walaupun tidak merantau tetapi waktuku bersamanya sangat sedikit. Saat pulang larut dari kantornya, aku sudah demikian ngantuknya. Saat bangun pagi, dia langsung terburu-buru mandi untuk kembali ke kantornya. Saat hari-hari Minggu atau hari libur lainnya dia tinggalkan aku bermain golf dengan relasi-relasinya.

‘Khan Indri yang ngajarin..’, dengan wajah penuh gairah, kami saling merangkul pinggang menuju dapur.
Kami masak tumis kangkung. Ada sepotong daging ham di chiller lemari es-ku, Indri memasak sambal goreng pedas ala Menado.
‘Biar Mbak Marini galak’, komentarnya.

Kami makan sepiring berdua. Saling menyuapi. Dia mengunyah daging Menadonya kemudian mencaplok bibirku. Daging kunyahannya berpindah ke mulutku. Demikian pula aku sebaliknya. Kami juga minum dari satu gelas.

Gadis Manis Yang Sudah Pintar Akan Sex


Waktu makan itu kami jadikan waktu untuk terus pemanasan untuk memenuhi kehausan seksual wanita-wanita yang sering ditinggal suaminya. Mas Adit suamiku, walaupun tidak merantau tetapi waktuku bersamanya sangat sedikit. Saat pulang larut dari kantornya, aku sudah demikian ngantuknya. Saat bangun pagi, dia langsung terburu-buru mandi untuk kembali ke kantornya. Saat hari-hari Minggu atau hari libur lainnya dia tinggalkan aku bermain golf dengan relasi-relasinya.

Suamiku akhirnya menjadi pria yang sangat egois. Menjadi suami yang hanya berpikir bahwa kebutuhan istrinya hanyalah harta, uang, harta, uang dan seterusnya. Bahkan saat kami sedang melangsungkan senggama tidak jarang terputus oleh HP-nya yang berdering, kemudian dia bangun bergegas memenuhi undangan lah, panggilan proyek lah, rapat mendadak lah atau sejuta alasan lainnya.

Suamiku akhirnya menjadi pria yang sangat egois. Menjadi suami yang hanya berpikir bahwa kebutuhan istrinya hanyalah harta, uang, harta, uang dan seterusnya. Bahkan saat kami sedang melangsungkan senggama tidak jarang terputus oleh HP-nya yang berdering, kemudian dia bangun bergegas memenuhi undangan lah, panggilan proyek lah, rapat mendadak lah atau sejuta alasan lainnya.

Sesaat setelah habis makan siang itu, bibirku dan bibir Indri langsung saling melumat. Tangan Indri langsung merogoh blusku. Dipeluknya tubuhku. Didorongnya aku bersandar ke dinding. Kali ini lumatan bibir Indri sungguh sangat nikmat. Lidahnya yang merasuki rongga mulutku meruyak, menjilati lidahku dan disusul dengan bibirnya yang menyedot ludahku.

Tanganku juga terbawa aktif. Kupeluk tubuhnya, aroma parfum Indri yang pasti mahal harganya, merangsang hidungku dan mengkatrol nafsu birahiku. Pelan-pelan aku menuntun pelukannya ke peraduan, ke ranjangku. Kemudian kami bergulingan di ranjang empuk itu. Baru kali ini aku gunakan ranjang pengantinku ini untuk berasyik masyuk bukan dengan suamiku atau dengan lelaki, tetapi dengan Indri yang sama-sama sebagai perempuan bersuami.


Memulai Permainan Sex Yang Penuh Nafsu Birahi


Aku dan Indri saling melepas pakaian. Aku buka celana jeansnya, dia buka rokku, aku tarik T-shirtnya, dia buka blusku, aku tarik celana dalamnya dia tarik pula celana dalamku. Begitu kami telah sama-sama berbugil ria, Indri langsung merangsek selangkanganku. Bibirnya mencari-cari vaginaku. Dan aku sendiri juga ingin mencoba kemaluan Indri.

Aku yang cukup berpengalaman selingkuh, mencuri kesempatan bercumbu dengan lelaki lain yang bukan suamiku, tidak begitu sulit beradaptasi. Kuraih paha Indri yang ‘getas’ itu. Aku dekatkan wajahku ke arah selangkangannya pula, kami ber-69. Indri asyik mengenyot vaginaku dan sebaliknya aku menjilati klitorisnya dan kemudian juga mengenyot kemaluannya. Aroma selangkangan Indri yang penuh wewangian sangat berbeda dengan aroma lelaki yang menebarkan aroma alami. Daya rangsang aroma Indri secara lembut dan halus meruntuhkan kesadaranku. Pelan tetapi pasti aku menenggelamkan diri dalam gairah birahi yang hebat. Aku mulai menggosok-gosokkan kemaluanku dan menekankan pada bibir Indri, demikian pula Indri padaku.

Kami saling melumat memek lawan cumbunya. Saat desakan hawa nafsu kami tak lagi terbendung, Indri berbisik, ‘Mbak Mar, kamu nungging yaa’, yang langsung kupenuhi. Aku ingin tahu kenikmatan macam apa yang akan diberikan oleh Indri padaku. Kurasakan wajahnya dibenamkan ke pantatku. Lidahnya menjilat tepi-tepi analku. Kemudian menusuk lubang anal itu. woowww.. Aku jadi ingat akan seorang partner selingkuhku, yang juga melakukan cara seperti ini.
Aku mengerang penuh nikmat. Kuarahkan tanganku untuk menjangkau kepala Indri. Saat kudapat, kutekan kepala itu agar lebih dalam tenggelam ke pantatku. Aku ingin lidah Indri menusuk lebih dalam ke duburku. Tetapi hanya sesaat.

Cerita Sex Akhir Gadis Manis Pemuas Birahi


Indri kemudian bangkit meninggalkan analku. Tangannya ganti meraih pinggulku. Kemudian kurasakan ada sesuatu yang mendorong-dorong bibir vaginaku. Saat kulihat, kusaksikan dildo besar hitam mencuat dari sabuk kulit yang di pakai di pinggang Indri. Kontol palsu itu siap menembus memekku. Rupanya dildo tiruan kontol negro itu sudah dioperasikan oleh Indri. Hatiku tersenyum geli. Selanjutnya aku pasrah.

Aku yakin Indri tahu apa yang akan diperbuatnya. Dia meludah pada dildo tersebut dan kembali menusukkan pada vaginaku. Aku membuka celah kemaluanku. Sedemikian inginnya aku merasakan kontol sebesar itu memenuhi liang surgaku. Sedikit demi sedikit Indri melesakkan dildo itu ke dalam vaginaku. Dan sedikit demi sedikit pula vaginaku menelannya. Rasa kegatalan dan nikmat yang hebat langsung melanda kemaluanku. Aku berteriak dan merintih.

‘Sakit mbakk ..??’, Indri menghentikan tusukkannya.
‘Enaakk Ndrii, teruss.., enaakk.. Terusinn.. masukkin semuanyaa..’.
Akhirnya seluruh panjang dildo yang tidak kurang dari 20 cm itu tertelan seluruhnya ke dalam kemaluanku. Ooohh.., rasanya tidak ada celah yang tersisa.. Dinding kemaluanku mencengkeram seluruh batang dildo itu dengan eratnya.., syaraf-syaraf peka dalam dinding itu berinteraksi.., batang dildo itu dicengkramnya.
Indri menarik sedikit dan kembali memasukkannyak .. dia melakukannya berulang-ulang. Dia memompa seperti lelaki memompakan kontolnya pada wanita. Aku dibuatnya kelimpungan. Nikmat yang tak terhingga menyergapku. Aku mendesah, merintih, meracau.

Indri yang rupanya tidak tahan mendengar racauanku, merunduk untuk menciumi bokongku dan kemudian membenamkan kembali hidungnya ke analku. Dia jilat analku, dia juga menyedoti lubangnya. Dan aku semakin menggila.. Semakin.., semakin, .. semakin.

Akhirnya kuraih orgasmeku.., aku tidak tahu lagi.., rasanya aku berguling saat orgasme itu datang.., kenikmatan dahsyat yang menimpaku membuatku lupa diri.., aku berteriak histeris, meracau histeris.. Caci maki dan umpatan kata-kata kotor penuh birahi keluar dari mulutku.. Belakangan Indri mentertawakanku, dia bilang aku yang cantik, ayu dan lembut ini bisa juga mengeluarkan kata-kata hina, seronok kasar dan kotor seperti itu.. Dia membayangkan betapa kenikmatan telah melandaku hingga kata-kata yang sedemikian kotor itu begitu saja meluncur dari mulut cantikku.., begitu katanya.

Itulah awal diriku mengenal dunia lesbian. Sejak itu aku dan Indri sering bercumbu. Saat suamiku berangkat kerja, tak jarang permainan dilangsungkan di rumahku. Atau di rumahnya, yang rata-rata hari-harinya dilewatkan sendirian.
Lama kelamaan aku semakin banyak melihat perempuan yang cantik. Sesekali kami, aku dan Indri sepakat untuk mencari partner yang ke-3. Kami ingin bercumbu bertiga. Dengan siapaa yaa..?? Kapaann yaa..??

Minggu, 07 Januari 2018

Merasakan Vagina Ibu Kandung Sendiri

Pada postingan kali ini, pusaranlendir.site akan menyajikan sebuah cerita dewasa dengan judul Merasakan Vagina Ibu Kandung Sendiri kepada kalian semua. Cerita sex sedarah ini terjadi sewaktu aku dengan ibuku pulang dari pesta udangan pernikahan. langsung saja yuk.


Selama aku menjalani hidup di dunia ini, mungkin ini merupakan pengalamanku yang paling aneh dan tergila yang pernah aku lakukan. Singkat cerita, aku saat itu masih duduk di bangku kuliah jurusan IT, sesaat pulang dari kuliah, tiba-tiba saja ibu mengajak aku pergi ke pesta undangan temannya, karena bapa lembur jadi tidak bisa menemani.

Tempat pernikahannya lumayan jauh, sekitar 5 jam naik mobil dari tempat ku. Sekitar jam 7 malam kami berdua sampai di tempat pernikahannya, rencaaanya acaranya akan berlangsung dari jam 8 malam sampai 10 malam jadi hanya sebentar saja.

Di dalam sudah banyak orang yang menghadiri pernikahan ini, setelah ku lihat-lihat sekeliling ternyata tidak ada anak muda di dalam, semuanya sudah pada berlanjut umur dan sudah menikah. Orang-orang pada memperhatikan kami, seolah-olah ada yang menggangap kami adalah pasangan suami istri. Kalau di lihat-lihat memang ibu saat itu cantik sekali dengan dandannya dan tidak terlihat tua meski sudah berumur 40 ke atas.

Itu karena ibu sering menjaga kesehatannya, dari pola makannya dan sering olahraga juga yang menjadikan ia terlihat lebih muda. Aku yang melihat ibu ku saja berpikir kalau dia bukan ibu ku sudah ku pacarin dari dulu hehehe bercanda kok.

Sekitar jam 10 malam akhirnya kami berpamitan untuk pulang karena acaranya sudah selesai. Aku pun langsung ke pakiran untuk mengambil mobil, baru saja menyalakan mobil tiba-tiba hujan turun. Langsung saja ku tancap gas karena perkiraan sampai rumah bisa jam 2 pagi nanti.


Cerita sex sedarah awal Merasakan Vagina Ibu Kandung Sendiri


Suasana gelap dan hujan yang deras membuat ku sulit untuk melihat jalan " Hati-hati ya sayang, hujan ni jalanan licin " kata ibuku.
" Oke mah " kataku
30 menit perjalanan tiba-tiba aku sudah tidak kuat lagi, dengan mata yang mengantuk dan hujan yang deras sekali membuat pengelihatanku semakin kabur.
" Ma aku uda gak bisa lihat jalan ini, buram amat " kataku
" Ow yud, itu ada hotel di sebelah kiri kamu,kita nginep dulu aja di sana besok pagi baru balik " katanya

Aku pun langsung memakirkan mobil ku di sebuah hotel berbintang 3 tersebut. Kami berdua pun langsung masuk dan ketempat resepsionis untuk memesan kamar. Setelah memesan kamar, kami berdua langsung menuju ke kamar yang telah di pesan.

Terlihat kamarnya cukup besar dan hanya terdapat 1 kasur besar yang bisa di tempati 2 orang dengan layar televisi. Tiba-tiba saja ibu ku bilang " Nak, jangan macam-macam ya, mereka cuman bercanda menganggap kita suami istri heheh " katanya sambil tertawa.
" Oke mah " kataku
Mungkin ini akan menjadi hal yang akan sangat berbahaya jika tidur berdua 1 kasur dengan ibu yang cantik dan seksi tersebut.

Mungkin kalau kami berdua suami istri beneran, pasti nya kita Making love dan entod-entodan sampai puas. Setelah berpikir begitu, otong ku tiba-tiba tidak bersahabat malah jadi tegang memikirkan hal tersebut.

Mama ku kemudian ijin untuk mandi duluan dan menyuruhku untuk melepaskan korset yang ia pakai " sayang bukain korset mama donk, mama mau mandi nih basah kena ujan tadi " katanya. Jantung ku pun langsung berdegub kencang, rasa gugup menyelimuti diriku baru kali aku di suruh untuk melepaskan korsetnya dan secara tidak langsung aku melihat payudaranya dari samping.


Pertama kali Merasakan Vagina Ibu Kandung Sendiri


Tubuh nya sungguh indah sekali, tidak ada cacat sekalipun dan putihnya membuat ku semakin tegang tidak karuan. Sewaktu mamaku di kamar mandi, terdengar sayup-sayup air membasahi tubuhnya yang sedang telanjang bulat. Otong ku semakin tidak terkendali lagi, aku pegang dengan tangan ku lalu ku kocok pelan-pelan sambil membayangkan sedang ngentod dengan mamaku.

" Sayangg.. mandi sini, air nya hangat enak lagi " teriak mamaku dari dalam kamar mandi. " iya ntr ma.. masa mandi berdua ? " kataku yang tidak percaya akan omongan mamaku tadi. Setelah itu tidak ada suara sama sekali senyap hening. Lalu ku lepaskan tangan ku dari otong ku karena ku tau sebentar lagi mama akan keluar.

Tak berapa lama mamapun keluar dengan tubuhnya yang hanya dililitin handuk sehingga terlihat setengah buah dada nya yang membuat ku semakin terangsang. Mama pun langsung berlari kecil dan naik ke atas kasur sambil menyelimuti badan nya dengan selimut. " sana kamu gantian mandi, mama mau tidur duluan " katanya. " Ah gak ah, besok pagi aja mandinya tanggung " kataku yang beralasan agar bisa lebih cepat tidur di samping mama. " Yud terserah kamu aja " katanya, " Tapi kalau bau jangan tidur di samping mama ya " lanjut dia.

Setelah 15 menit ku menunggu, akhirnya mama pun tertidur. Dengan perlahan ku naik ke atas kasur dan membuka sedikit selimut agar aku bisa masuk ke dalam nya. Ku lihat mamaku saat itu sudah telanjang bulat karena handuknya ia lepas, maklum saya keadaan yang membuat mama harus telanjang karena tidak membawa baju tidur atau baju ganti. Aku saat itu juga langsung melepaskan semua pakaianku sehingga kami berdua sekarang telanjang bulat.


Mencoba Merasakan Bersetubuh Dengan Ibu Sendiri 


Selang berapa saat mama ku membalikan badannya sehingga sekarang tubuhnya berada di hadapanku. Aku pun semakin gugup, wajah mama ku sangat dekat sekali dengan wajahku. Lalu aku iseng untuk mencolek hidungnya tetapi tidak ada reaksi, lalu bibir nya ku tarik kebawah tapi tidak ada reaksi juga, seoalah mendapatkan kesempatan langsung saja ku kecup bibir mama.

Ku rasakan nafasnya sedikit terganggung, mungkin terhempit dengan hidung ku. Perlahan ku kecup bibirnya yang seksi tersebut, mama akhirnya membuka mulutnya dan kesempatan ini tidak ku lewatkan, langsung ku sedot lidahnya. Tak di sangka mama membalas ciuman ku, seperitnya dia sedang bermimpi bercumbu dengan seseorang.

Aku mengumpulkan semua keberanian ku untuk memeluk mama dan tanganku melingkari lehernya. kami berdua pun saling berpelukan, tangan mama pun semakin kencang memelukku, mungkin karena panas bandan ku membuat dia mencari kehangatan dari tubuhku. Tangan ku mulai mengerayangi tubuh mama dari pinggul sampai turun ke bokongnya dan turun lagi sampai di mana aku merasakan bulu jembut mama ku.

Ku telusuri bagian vaginanya dan jari-jari ku mulai mengelitik kliotisnya. Terlihat mama menjepit kedua pahanya seakan bereaksi dengan rangsangan yang ku berikan di vagina nya. Lalu ku cari lubang vaginanya dan ku colok dengan jariku, tampak mama terhentak kaget menerima benda yang memasuki ke dalam vaginanya.

Agar lebih leluasa, aku dorong sedikit tubuh mama ku sehingga dia menghadap telentang sekarang. Kemudian tangan ku satu lagi mulai memeras payudaranya, sungguh kenyal dan indah sekali. Ku remas-remas dengan penuh nafsu, ku jilati pentil nya dengan lidahku dan ku hisap-hisap membuat mama ku mengeluarkan desahan. Karena sangking semangatnya, aku hisap kuat-kuat dan tiba-tiba saja ia kaget dan terbangun.


Ketegangan Saat Merangsang Mamaku


" Astaga sayaangg gak boleh begini " katanya dengan sedikit marah. Aku saat itu tersentak kaget, dan langsung mencabut jari ku dari vagina mama ku, dengan rasa gugup aku pun menjawab " maaf ma , saya tidak bisa tidur dengan keadaan mama telanjang sekarang " kataku. " Hmmm begitu ya " kataku mama ku yang terdiam sesaat dan membalikan badannya. " Ya jngan kasar-kasar sayang " katanya.

Entah mengapa mama berkata begitu, apa maksud dia ?  apa dia mengijinkan ku untuk menyetubuhi dia secara halus. Dari belakang punggung mama aku pun meminta maaf, tiba-tiba mama membalikan badan nya menghadap ke arahaku, " kalau mau bersetubuh sama mama, jangan kasar-kasar sayang harus yang lembut " katanya. " Malam ini mama serahkan tubuh mama ke kamu , tapi dengan satu syarat, otong mu ini tidak boleh masuk ke vagina mama " katanya.

Lalu tangan mama memegang otong ku dan di gesekannya ke vagina nya " Ahh kalau ini lain lagi " kemudian mamaku menindihku dan mulai menciumi bibir ku dengan ganas, aku pun membalas ciumannya. Sungguh nikmat sekali, kali ini dengan sadar kami berdua bercumbu.

Kami saling berpelukan dan merangsang satu sama lain, nafas kami memburu suasana di kamar sudah menjadi liar. Ku sentuh payudara mama ku dan ku pelinti pentil nya " Ahhh.. jangan sayaang mama gak kuat kalau di sana " katannya " tapi enak kan ma" kataku yang terus memainkan payudaranya.

Tangan mama juga tidak mau kalah dengan mraih otong ku yang sudah gemuk dan mengeras. Saat di raihnya otong ku, langsung ku dorong mama sehingga ia telentang dan ku tindih dia, ku ciumin kembali bibir nya sambil mengarahkan otong ku ke area vaginanya.

Kesempatan Menikmati Persetubuhan Dengan Ibu Sendiri


Mama tetap memegang otong ku dan hanya di gesek-gesek kan di bibir vaginanya, kadang kepala nya di masukan ke dalam vagina lalu di keluarkan lagi. " Ahhh sayangg  enakk hmm " desah nya yang semakin kesetanan. Aku yang saat itu tidak tahan lagi dengan kelakukan mama, berusaha untuk melepaskan tangan nya dari otong ku dan usahaku berhasil, langsung saja ku tancapkan otong ku ke dalam vagina mama ku.

Ku maju mundurkan otong ku dengan di imbangi goyangan pinggul mama ku " ahhh sayangg hmm ohh ahhh " rintih ia. Tetapi tiba-tiba mama ku menaikan pinggul nya dan mengeserkan nya jauh ke samping sehingga otong ku terlepas " kok di lepas ma " tanyaku
" jangan sayaang cukup " katanya.

Lalu mama menyodorkan vagina nya ke arah wajahku. Otomatis aku terjatuh di atas kasur dengan posisi 69 dimana mama ku mulai menjilati otong ku sedangkan aku menjilati vagina mama. Sungguh nikmat sekali saat itu, otong ku di kulum nya dengan lembut, kadang kepala penis ku di jilati nya yang membuat keenakan. Aku pun juga tidak mau kalah, aku jilati kliotisnya juga, kami berdua saling bekerja sama memberikan kenikmatan sehingga kami berdua sudah tidak ingat lagi kalau kami berdua ibu dan anak.

Hal ini mungkin tabu untuk di lakukan, tetapi apa daya kita berdua sama-sama sudah terjatuh ke dalam nikmat sesaat. Mama pun sudah tidak kuat lagi menahan jilatan ku di kliotisnya " Ahh ahhh " kocokan tangan nya membuat ku tidak tahan menahan sperma yang akan keluar dari otongku. " Ma masukin donk ke vagina mama , aku uda gak tahan " kataku.

" sabar ya sayang, mama juga gak tahan " katanya yang terus memberikan jilatan di otongku. Kemudian mama mengubah posisi nya sehingga sekarang mama jongkok di atas otongku, dengan sekali hentakan saja otong ku langsung masuk ke dalam vagina mama tampa adanya halangan. Ow sungguh kenikmatan yang luar biasa, lalu mama menaikan turunkan pinggulnya sehingga otong ku semakin licin di dalam dan serasa di pijit dari dalam.

Cerita Akhir Merasakan Vagina Ibu Kandung Sendiri


Lalu aku semakin kesurupan meraskaan nikmat yang tidak bisa di ungkap dengan kata-kata. Ku gendong mama ku sembaring otong ku masih menancap di vaginanya, kami berdua seperti kesetanan, semua gaya kami lakukan untuk menambah kenikmatan yang tidak pernah kita lakuin sebelumnya. Ku goyang tubuh mama yang kecil tersebut, dan membuat ia semakin mendesah tidak karuan matanya terpejam sambil mengeluarkan desahan " Ahh ahhh hmm turunin mama , masukin otong kamu yang dalam sayang " pintanya.

Tanpa basa basi lagi, aku langsung telentangkan mama di atas kasur lalu ku dorong kuat-kuat otong ku ke dalam vagina mama. Kami berdua saling berpelukan dengan goyangan ku yang semakin cepat menghujam vaginanya. " sayaang mama mau keluarrrr ahhhhh " Tubuh mama langsung mengejang dan tersentak setelah mencapai sampai ke langit ke tujuh.

Aku yang juga sebentar lagi keluar dengan cepat langsung mencabut otong ku dan crott-croott... sperma ku berserakan dimana-mana. Ledakan kenikmatan sudah kami raih, jam sudah menunjukkan jam 4 pagi, kami berdua pun langsung tertidur lemas sambil berpelukan.

Keesokan harinya mama ku lebih dulu bangun sambil menjepit hidungku sehingga aku sulit bernafas. " Selamat pagi anak ku yang nakal ini " katanya sambil ketawa. Entah mengapa nafsu birahi ku langsung meluat seketika, ku tarik langsung tangan mama dan ku cumbu dia sekali lagi sebelum kami check out keluar hotel.

Bahkan di dalam kamar mandi kami masih melakukan hal terlarang tersebut. Pagi itu entah sudah berapa kali mama orgasme saking gila nya kami bermain. Setelah jam sudah menunjukkan jam 11.30 akhirnya kami pun check out keluar hotel.

Sewaktu mengembalikan kunci kamar ke resepsionis, kami berdua di sapa " selama pagi, terima kasih sudah menginap di tempat kami, semoga bapa dan ibu puas di hotel kami " mama hanya tersenyum saja lalu pergi ke mobil kami.

Sabtu, 06 Januari 2018

Ketagihan Di ML Rame-Rame

Pada postingan kali ini, pusaranlendir.site akan menyajikan sebuah cerita dewasa dengan judul Ketagihan Di ML Rame-Rame kepada kalian semua. Cerita sex ini dialami seorang wanita yang saat itu memasuki villa cowo dan terjadi hal yang membuat dia menjadi ketagihan. langsung saja yuk.


Disekolah aku mempunyai seorang teman akrab cewek bernama Shafira. Dia orangnya lumayan cantik, meski lebih pendek dariku namun dia sering sekali gonta-ganti pacar. Shafira memang sangat menarik, apalagi ia sering menggunakan seragam atau pakaian yang minim sehingga terlihat seksi… peduli amat kata guru, pesona jalan terus!

Oia namaku Laily, waktu darmawisata sekolah ke Cibubur, aku dan dia sekamar, dan 4 orang lain. 1 kamar memang dihuni 6 orang, namun sebenarnya kamarnya kecil banget… aku dan Shafira sampai berantem sama guru yang mengurusi pembagian kamar, dan alhasil, kami pun bisa memperoleh villa lain yang sedikit lebih jauh dari villa utama. Disana, kami berenam tinggal dengan 1 kelompok perempuan lainnya, dan di belakang villa kami, hanya terpisah pagar tanaman, adalah villa laki-laki.

“Laily, lo udah beres-beres, belum?” tanya Shafira waktu dilihatnya aku masih asyik tidur-tiduran sembari menikmati dinginnya udara Cibubur, lain dengan Jakarta.
“Belum, ini baru mau beres-beres.” Jawabku sekenanya, karena masih malas bergerak.
“Nanti aja, deh. Kita jalan-jalan, yuk,” ajak Shafira santai.
“Boleh juga…” gumamku sembari bangun dan menemaninya jalan-jalan.
Kami berkeliling melihat-lihat pasar lokal, villa utama dan tempat-tempat lain yang menarik. Di jalan kami bertemu dengan Ringgo, Rahadi, dan Yudha yang kayaknya lagi sibuk bawa banyak barang.

“Mau kemana, Yud?” sapa Shafira.
“Eh, Shafira. Ogut sama yang lain mau pindahan nih ke villa laki-laki yang satunya, villa utama udah penuh sih.” Ringgo yang menjawab.
“Lo berdua mau bantu, nggak? Gila, ogut udah nggak kuat bawa semuanya, nih.” Pintanya memelas.
“Oke, namun yang enteng ajaaa…” jawabku sembari mengambil alih beberapa barang ringan. Shafira ikut meringankan beban Rahadi dan Yudha.


Cerita sex awal Ketagihan Di ML Rame-Rame


Sampai di villa laki-laki, aku bengong. yang bener aja, masa iya aku dan Shafira harus masuk ke sana? Akhirnya aku dan Shafira hanya mengantar sampai pintu. Yudha dan Rahadi bergegas masuk, sementara Ringgo malah santai-santai di ruang tamu.

“Masuk aja kali, Shafira, Lail.” Ajaknya cuek.
“Ngng… nggak usah, Yud.” Tolakku. Shafira diam aja.
“Shafira! Sini dong!” terdengar teriakan dari dalam. Aku mengenalinya sebagai suara Feri.
“Ogut boleh masuk, ya?” tanya Shafira sembari melangkah masuk sedikit.
“Boleh doooong!!” terdengar koor kompak anak laki-laki dari dalam. Shafira langsung masuk, aku tak punya pilihan lain selain mengikutinya.

Di dalam anak-anak laki-laki sekitar delapan orang, kalo Ringgo yang diluar nggak dihitung, lagi asyik nongkrong sembari main gitar. Begitu melihat kami, mereka langsung berteriak girang,

“Eh, ada perempuan!! Serbuuuuu!!” Serentak, delapan orang itu maju seolah mau mengejar kami, aku dan Shafira langsung mundur sembari tertawa-tawa. Aku langsung mengenali delapan orang itu, Yudha, Rahadi, Feri, Kiki, Dana, Ben, Agam, dan Roni. Semua dari kelas yang berbeda-beda.

Tak lama, aku dan Shafira sudah berada di antara mereka, bercanda dan cerita-cerita. Shafira malah dengan santai tiduran telungkup di kasur mereka, aku risih banget melihatnya, namun diam aja. Entah siapa yang mulai, banyak yang menyindir Shafira.
“Shafir… nggak takut digrepe-grepe lu di atas sana?” tanya Rahadi bercanda.
“Siapa berani, ha?” tantang Shafira bercanda juga. Namun Kiki malah menanggapi serius, tangannya naik menyentuh bahu Shafira. Perempuan itu langsung memekik menghindar, sementara laki-laki lain malah ribut menyoraki. Aku makin gugup.
“Shafir, bener ya kata gosip lo udah nggak perawan?” kejar Roni.
“Kata siapa, ah…” balas Shafira pura-pura marah.

Ketagihan Di ML Rame-Rame Saat Berada Di dalam Villa Cowok


Namun gayanya yang kenes malah dianggap sebagai anggukan iya oleh para laki-laki.
“Boleh dong, ogut juga nyicip, Shafir?” tanya Dio.
Shafira diam aja, aku juga tambah risih. Apalagi pundak Feri mulai ditempelkan ke pundakku, dan entah sengaja atau tidak, tangan Agam menyilang di balik punggungku, seolah hendak merangkul. Bingung karena diimpit mereka, aku memutuskan untuk tidak bergerak.
“Ogut masih perawan, Laily juga… kata siapa itu tadi?” omel Shafira sembari bergerak untuk turun dari kasur. Namun ditahan Roni.
“Gitu aja marah, udah, kita cerita lagi, jangan tersinggung.” Bujuknya sembari mengelus-elus rambut Shafira.
Aku tahu Shafira dulu pernah suka sama Roni, jadi dia membiarkan Roni mengelus rambut dan pundaknya, bahkan tidak marah waktu dirangkul pinggangnya.
“Lail, lo mau dirangkul juga sama aku?” bisik Agam di telingaku.

Rupanya ia menyadari kalau aku memperhatikan tangan Roni yang mengalungi pinggang Shafira. Tanpa menunggu jawaban, Agam memeluk pinggangku, aku kaget, namun sebelum protes, tangan Feri sudah menempel di pahaku yang terbungkus celana selutut, sementara pelukan Agam membuatku mau tak mau berbaring di dadanya yang bidang. Teriakan protes dan penolakanku tenggelam di tengah-tengah sorakan yang lain. Ringgo bahkan sampai masuk ke kamar karena mendengar ribut-ribut tadi.

“Ogut juga mau, dong!” Yudha dan Kiki menghampiri Shafira yang juga lagi dipeluk Roni, sementara Rahadi, Ben, dan Ringgo menghampiriku.
Berbeda denganku yang menjerit ketakutan, Shafira malah kelihatan keenakan dipeluk-peluki dari berbagai arah oleh laki-laki yang mulai kegirangan itu.
“Jangan!” teriakku waktu Ringgo mencium pipi, dan mulai merambah bibirku.

Sementara Ben menjilati leherku dan tangannya mampir di dada kiriku, meremas-remasnya dengan gemas sampai aku kegelian. Kurasakan genggaman kuat Feri di dada kananku, sementara Rahadi menjilati pusarku. Ternyata mereka telah mengangkat pakaianku sampai sebatas dada. Aku menjerit-jerit memohon supaya mereka berhenti, namun sia-sia. Kulirik Shafira yang sedang mendapat perlakuan sama dari Roni, Yudha, dan Kiki, bahkan Dana telah melucuti celana jins Shafira dan melemparnya ke bawah kasur.

Pemanasan Sebelum di ML


Lama-kelamaan, rasa geli yang nikmat membungkus badanku. Percuma aku menjerit-jerit, akhir-nya aku pasrah. Melihatnya, Agam langsung melucuti pakaianku, dan mencupang punggungku. Feri dan Ringgo bahkan sudah membuka seluruh pakaian mereka kecuali celana dalam. Aku kagum juga melihat dada Feri yang bidang dan harumnya khas laki-laki. Aku hanya bisa terdiam dan meringis nikmat waktu dada bidang itu mendekapku dan menciumi bibirku dengan ganas.

Aku membalas ciuman Feri sembari menikmati bibir Rahadi yang tengah mengulum buah dadaku yang ternyata sudah terlepas dari pelindungnya. Kemaluanku terasa basah dan gatal. Seolah mengetahuinya, Ringgo membuka celanaku sekaligus CDku sehingga aku langsung bugil. Sedikit risih juga dipandangi dengan begitu liar dan berhasrat oleh laki-laki itu, namun aku sudah mulai keenakan.

“Ssshh…. aaakhh…” aku mendesis waktu Rahadi dan Ben melumat buah dadaku dengan liar.
“Mmmh, buah dada lo montok banget, Liiiil…” gumam Ben.
Aku tersenyum bangga, namun tidak lama, karena aku langsung menjerit kecil waktu kurasakan sapuan lidah di bibir kemaluanku.
“Cihuy… Laily emang masih perawan…” Agam yang entah sejak kapan sudah berada di daerah rahasiaku menyeringai.
“Ougghh… jangan Gam…” desahku waktu kurasakan kenikmatan yang tiada tara.
“Ogut udah kebelet, niih… ogut perawanin ya, Lail…” Tak terasa, sesuatu yang bundar dan keras menyusup ke dalam kemaluanku, ternyata kemaluan Agam sudah siap untuk bersarang disana. Aku mendesah-desah diiringi jeritan kesakitan waktu ia menyodokku dan darah segar mengalir.
“Sakiiit…” erangku.

Agam menyodok lagi, kali ini kemaluannya sudah sepenuhnya masuk, aku mulai terbiasa, dan ia pun langsung menggenjot dan menyodok-nyodok memekku. Aku mengerang nikmat.
“Ssshh… terusss… yaaa, akh! Akh! Nikmat, Gam! Teruuss… sayang, puasin ogut… Ougghh…”
Sementara bokong Agam masih bergoyang, laki-laki lain yang sudah telanjang bulat juga mulai berebutan menyodorkan kemaluan mereka yang sudah tegang ke bibirku.
“Ogut dulu ya, Lail… nih, lu karaoke,” ujar Ringgo sembari menyodokkan kemaluannya ke dalam mulutku.

Pertama kalinya di Gangbang 


Aku sedikit canggung dan kaget menerimanya, namun kemudian aku mulai mengulumnya dan memp-rmainkan lidahku menjelajahi barang Ringgo. Ia mendesah-desah keenakan sembari merem-melek. Sementara Ben masih menikmati buah dadaku, Rahadi kelihatannya sudah mulai beranjak ke arah Shafira yang dikerubuti dan digenjot juga sama sepertiku.

Bedanya, kulihat Shafira sudah nungging, ala doggy style, kemaluan Dana tengah menggenjot kemaluannya dan buah dadanya yang menggantung sedang dilahap oleh Kiki, sementara mulutnya mengoral kemaluan Yudha. Shafira kelihatan amat menikm-atinya, dan laki-laki-laki-laki yang mengerumuninya pun demikian. Beberapa waktu kemudian, kulihat Dana mencapai klimaks, dan kemudian Ringgo yang keenakan barangnya kuoral juga mencapai klimaks dalam mulutku, aku kewalahan dan hampir saja memuntahkan cairannya.

Mendadak, kurasakan kemaluanku banjir, ternyata Agam sudah mencapai klimaks dan menembakkan air maninya di dalam kemaluanku, laki-laki itu terbaring lemas di sampingku, untuk beberapa menit, kukira ia tidur, namun kemudian ia bangun dan menciumi pusarku dengan penuh nafsu. Kini, kemaluanku suda-h diisi lagi dengan kemaluan Beni. Kemaluannya lebih besar dan menggairahkan, sehingga membuat mata-ku terbelalak terpesona. Beni menyodokkan kemaluannya dengan pelan-pelan sebelum mulai mengg-enjotku, rasanya nikmat sekali seperti melayang.

Kedua kakiku menjepit pinggangnya dan bongka-han bokongku turut bergoyang penuh gairah. Kubiarkan badanku jadi milik mereka.
“Ougghh…. ssshh… terus, teruuusss sayaaang… akh, nikmat, aaahhh…” erangku keenakan.
Tok-etku yang bergoyang-goyang langsung ditangkap oleh mulut dan tangan Ringgo. Ia memainkan puting buah dadaku dan mencubit-cubitnya dengan gemas, aku semakin berkelojotan keenakan, dan meracau tidak jelas,
“Ougghh… teruuuss… entot ogut, entooott ogut teruuss! Ogut milik luu… aakhh…!!”
“Iya sayyyaangg… ogut entot lu sampe puasss…” sahut Ben sembari mencengkeram bokongku dan mempercepat goyangan kemaluannya.

Nikmatnya Di Sodok Rame-Rame


Ringgo juga semakin lahap menikmati gunung kembarku, menjilat, menggigit, mencium, seolah ingin menelannya bulat-bulat, dan sebelum aku sempat meracau lagi, Agam telah mendaratkan bibirnya di bibirku, kami saling berpagutan penuh gairah, meLailitkan lidah dengan sangat liar, dan klimaksnya waktu gelombang kenikmatan melandaku sampai ke puncaknya.

“Aaakkhh…. ogut mau…!” Belum selesai ucapanku, aku langsung mencapai klimaks.
Ben menyusul beber-apa waktu kemudian, dan kemaluanku benar-benar banjir. Badan Ben langsung jatuh dengan posisi kemaluannya masih dalam jepitan kemaluanku, ia memeluk pinggangku dan menciumi pusarku dengan lemas. Sementara aku masih saja digerayangi oleh Agam yang tak peduli dengan keadaanku dan meminta untuk dioral, dan Ringgo yang menggosok-gosokkan kemaluannya di buah dadaku dengan nikmat.

Beberapa waktu kemudian, Agam pun mencapai klimaks lagi. Agam jatuh dengan posisi wajah tepat di sampingku, sementara Ringgo tanpa belas kasihan memasukkan kemaluannya ke kemaluanku, dan mengge-njotku lagi sementara aku berciuman penuh gairah dengan Agam. Selang beberapa waktu Ringgo mencapai klimaks dan jatuh menindihku dengan kemaluan masih menancap, ia memelukku mesra sebelum kemud-ian tertidur. Aku sempat mendengar erangan nikmat dari arah Shafira, sebelum akhirnya benar-benar tertidur kecapekan, membiarkan Beni dan Agam yang masih menciumi sekujur badanku.

Cerita Akhir Ketagihan Di ML Rame-Rame


Selama tiga hari kami disana kami selalu melakukannya setiap ada kesempatan. Sudah tak terhitung lagi berapa kali kemaluan mereka mencumbu kemaluanku, namun aku menikmati itu semua. Bahkan, bila tak ada yang melihat, aku dan Shafira masih sering bermesraan dengan salah satu dari mereka, seperti waktu aku berpapasan dengan Agam di tempat sepi, aku duduk di pangkuannya sementara tangannya menggerayangi dadaku, dan bibirnya berciuman dengan bibirku, dan kemaluannya menusuk-nusukku dari bawah.

Sungguh pengalaman yang mendebarkan dan penuh nikmat badanku ini telah digauli dan dimiliki beramai-ramai, namun aku malah ketagihan akan hal itu.

Jumat, 05 Januari 2018

Mengelar Pesta Sex Saat Kelulusan Sekolah

Pada postingan kali ini, pusaranlendir.site akan menyajikan sebuah cerita dewasa dengan judul Mengelar Pesta Sex Saat Kelulusan Sekolah kepada kalian semua. Cerita sex terjadi saat para murid SMA telah lulus. Langsung yuk dari pada penasaran.


Kebiasan sekolah yang lebih tepat dilakukan sebagai keselaluan, karena selalu dilakukan setelah lulus, yaitu perpisahan sekolah, tak peduli pakai pesta atau tidak, ramai-ramai atau sederhana, pasti sekolah manapun melakukannya. 

Demikian juga sekolahku, bahkan setelah pesta meriah di sekolah tiap-tiap kelas membikin pesta tersendiri untuk masing-masing kelas. Kelasku lumayan juga rupanya, hanya dengan modal dana iuran kelas yang selalu ditarik tiap bulan dapat digunakan pesta di sebuah Villa, bukan menyewa sih, tapi gratisan milik Vera, temanku yang paling kaya.

Setelah teman sekelas yang jumlahnya 40, tetapi yang hadir hanya 32 anak itu sudah berkumpul di Villanya Vera Minggu, pukul 14.00, acara pun dimulai, dihadiri walikelas kami, satu persatu acara dilangsungkan. Satu jam pertama diisi dengan acara seremonial yang menjemukan, disusul acara makan dan santai sambung rasa sampai dua jam berikutnya. 

Kemudian acara hiburan yang khusus dimainkan oleh kami-kami sendiri selama satu jam. Tepat pukul 18.00 istirahat sebentar sebelum acara konyol dan ngocol yaitu perlombaan-perlombaan gila. Ini juga karena sudah pamit pulangnya walikelas, sehingga praktis acara makin bebas karena tidak ada yang mengawasi lagi.

Begitu acara lomba dimulai sepertinya akan banyak kejadian yang tak terduga yang akan terjadi, wajarlah anak-anak muda. Dan benar saja, acara yang disuguhkan benar-benar gila, seperti cewek-cowok penampilan paling keren, cewek berbibir terseksi, cewek dengan payudara terindah, cewek dengan betis terindah, juga cowok dengan kelamin terbesar, cewek-cowok terseksi dan cewek-cowok dengan adegan paling panas yaitu tarian tererotik.

Bisa dibayangkan bagaimana suasana yang terjadi saat itu, meski semuanya belum tentu setuju terhadap acara-acara yang berlangsung, tetapi kita sepakat untuk yang terakhir kali bertemu semua bersedia memeriahkan acara demi acara. 


Cerita sex awal Mengelar Pesta Sex Saat Kelulusan Sekolah


Bahkan disela-sela acara acara ada saja yang mencuri kesempatan, seperti ciuman atau adegan pelukan mesra bahkan saling meraba atau memang sengaja untuk merangsang membangkitkan gairah karena memang dibutuhkan untuk penampilan perlombaan, sehingga membuat acara benar-benar memanas karena gelora anak anak muda yang sedang bergairah.

Setelah acara lomba itu sebenarnya adalah pesta kolam renang, tapi sebelumnya diumumkan pemenang perlombaan yang penilaian berdasarkan pilihan terfavorit dari kita-kita sendiri. Lumayan, aku dapat satu gelar, cowok terseksi, cewek terseksi dimenangkan sang ketua, Nova, bibir terseksi dimenangkan Vera, si tuan rumah, cewek-cowok berpenampilan paling keren didapat Deni dan Nita, sepasang kekasih, yang malam itu benar-benar kompak dan serasi penampilannya, cewek dengan betis terindah jadi milik Tika yang masih ada darah bulenya, cewek dengan payudara terindah dimenangkan Desy, dan pemenang kategori cowok dengan kelamin terbesar adalah Fery, yang sampai-sampai celana dalamnya gak muat, sedangkan pemenang lomba paling hot yaitu tarian tererotis dimenangkan oleh pasangan kekasih, Erik dan Sinta yang waktu itu benar-benar gila karena mereka dengan beraninya berduet telanjang bulat menari-nari seiring lagu-lagu latin yang diputarkan. Benar-benar acara yang sangat meriah

Bahkan acara pesta kolam renang yang sebenarnya hanya acara santai dengan makan atau sekedar minum di kolam renang sambil ngobrol-ngobrol, jadi seru setelah Nova membacakan pengumuman itu dari pinggir kolam sedangkan yang lain berada di air. 

Tetapi karena banyak teman-teman yang norak dengan melepaskan pakaian mereka dan berenang tanpa pakaian, sehingga membuat suasana jadi riuh penuh jeritan dan benar-benar gila, Melihat gelagat yang menjurus ke pesta sex, seperti itu sang ketua memberi peringatan dan beberapa persyaratan yang mesti dipatuhi, diantaranya adalah tidak boleh ada pemaksaan seksual, tidak boleh membahayakan teman yang lain, 

Mengelar Pesta Sex Saat Kelulusan Sekolah Di Sebuah Villa


Kalau terjadi hubungan seks sebisa mungkin memakai kondom, dan yang terakir sperma tidak boleh dikeluarkan disembarang tempat lebih-lebih dikeluarkan dalam vagina, jika dilakukan Sang ketua mengancam dengan hukuman berat. Nova pun mengambilkan dua baskom kaca besar dari dalam rumah dan diletakkan di ujung kolam renang sebagai tempat sperma. Setelah itu dia mengatakan merubah acara pesta kolam renang menjadi acara bebas.

Semua yang diair langsung bersorak-sorai, hingga ada yang melempar CD atau bh mereka keatas, mereka pun ada yang langsung naik dari air untuk mencari tempat yang enak untuk berkencan, bagi yang tak ingin terlibat melakukan seks memilih tetap didalam air atau diatas pelampung sambil minum atau makan atau duduk-duduk dipinggir kolam atau memilih jalan-jalan saja melihat-lihat apa yang teman lakukan, sambil ngobrol ngalor ngidul mengomentari apa yang mereka lakukan, seperti yang aku lakukan sama Fery. Kadang kami juga ikutan menyemangati mereka meski setelah itu bahu kami terangkat tanda aneh saja atas perilaku mereka.

Tak lama berselang sudah terlihat adegan-adegan porno, yang paling ringan adalah beberapa teman sekadar menari-nari sambil telanjang tidak cewek tidak cowok sama saja atau ada yang berjejeran duduk dipinggir kolam sambil onani bareng-bareng, kadang mereka berganti tangan memegangi kontol sehingga terlihat lucu, tapi itu tak berlangsung lama karena satu persatu berlarian ke baskom megeluarkan sperma mereka.

Terlihat juga Rio yang tiduran di kursi jemur di oral oleh Tika sedangkan dari belakang Dedy mengocokkan kontol nya penuh semangat di memeknya, tak ketinggalan Nova dan Vera yang memainkan gaya Lesbian, Erik dan Sinta juga tak mau kalah, mereka melakukan seks diatas pelampung, mereka memainkan banyak gaya diatas pelampung ditonton banyak teman-temannya. 

Mengelar Pesta Sex Bersama Dengan Cewe-cewe yang Cantik dan Sexy


Juga ada Anna yang tergeletak di lantai membiarkan tubuhnya dikerubuti beberapa cowok, tapi Anna tidak memperbolehkan vaginanya dimasuki penis teman-teman cowok, atau Ivan yang bagai seorang Raja, tubuh bulenya dijilati dan digerayangi beberapa cewek, jadi lucu karena baru beberapa menit dia harus berlari ke baskom karena Nina mengocok kontol nya terlalu keras sehingga dia tidak bisa menahan spermanya keluar, bahkan Aldi dan Rendy berani beradegan homo dengan saling menghisap kontol masing-masing dan melakukan seks lewat anus secara bergantian. 

Atau adegan yang ditunjukkan oleh Rina dengan memperbolehkan teman-temannya yang cowok untuk mencoba vaginanya sampai puas, mungkin ini adegan yang dianggap paling gila, tapi ini tidak berlangsung lama karena dia keburu kelelahan karena melayani lima orang secara bergantian.

Aku dan Fery hanya berputar-putar melihat yang teman-teman lakukan, sambil geleng-geleng kepala. Pokoknya adegan yang ada di blue film sebagain besar terjadi di Villa itu. Mereka yang melakukan terlihat senang, dan yang melihatpun senang meski kadang sambil berjeritan atau menelan ludah. 

Tapi akhirnya Fery tak tahan juga melihat Della, gadis imut pujaan hatinya memintanya mengoralnya, Fery pun setuju, setelah memuaskannya nafsunya tak terbendung, dengan setengah berlari dia menuju ke baskom terdekat dan memuncratkan spermanya disana

Undian dimulai, tampil perdana adalah Deni dan Desy lawan Fery dan Cindy, Cindy tak begitu sulit mengeluarkan spermanya Fery untuk mengalahkan Deny dan Desy, karena Deny sudah habis-habisan mengeluarkan spermanya bersama Nita, sedang Fery hanya sekali keluar sperma, alhasil duet Deny dan Desy harus meneguk sperma dari baskom. 

Disusul Riko dan Nita lawan Erik dan Sinta, Riko menang mudah karena selama pesta dia tidak mengeluarkan spermanya ditambah faktor Nita yang pengalaman, bahkan dengan beberapa kali kocokan saja dari Nita, Riko sudah tidak bisa menahan spermanya muncrat, sementara Sinta meski mengerahkan segala cara kesulitan mengeluarkan sperma pacarnya tersebut, baru sesaat lomba hampir selesai sperma Erik keluar juga.


Kenikmatan Pesta Sex


Kemudian Ivan dan Nina dan lawan Rendy dan Della, ini merupakan pertarungan paling lama karena Ivan dan Rendy sama-sama sudah mengeluarkan sperma, Ivan keluar waktu kontol nya dikocok sama banyak cewek di kursi sedangkan Rendy saat main sama Aldy tapi akhirnya Ivan memenangi pertarungan meski dalam jarak waktu yang hampir bersamaan. 

Karena Nina yang memang naksir Ivan tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan Ivan, bahkan sesaat setelah tanda dimulai Nina langsung mengulum penis Ivan dan menghisapnya dalam-dalam sehingga Ivan benar-benar mati kutu dan keluar sperma.

Berikutnya Aldy dan Anna lawan Aku dan Rina, aku jelas yakin menang karena aku selama pesta belum keluar sperma meski kontol ku terasa berkedut-kedut terus menyaksikan perilaku teman-teman, makanya aku beri isyarat pada Rina agar santai saja, gak usah pake vagina ataupun dioral penisku pasti keluar sperma dengan cepat sementara Aldy sudah main sama Rendy sedangkan Anna agak merasa jijik terhadap Aldy karena homo, sehingga membuat mereka berdua harus minum sperma dari baskom karena kalah.

Setelah itu Dedy dan Nova lawan Alfin dan Silvi, seharusnya Alfin dan Silvi yang menang karena Alfin belum keluar sperma sama sekali, tetapi keduanya grogi karena baru pertama kali melakukan yang seperti ini bahkan kontol Alfin sulit tegang meski akhirnya keluar juga tapi mereka harus minum sperma dulu. 

Sementara meski Dedy sudah main dan keluar sperma beberapa kali, tetapi Nova tak kehabisan akal, dari pertama dia langsung tancap gas dengan melakukan oral terhadap kontol Dedy yang hitam itu hingga harus keluar sperma untuk ketiga kalinya.


Pertarungan Sex 


Kemudian Tommy dan Tika lawan Rio dan Vera, ini adalah pertarungan yang sangat ketat, karena Tommy dan Rio hanya sekali keluar sperma waktu onani dipinggir kolam, sedangkan Tika dan Vera sama berpengalaman memainkan kontol , sehingga jadi seru, bahkan Tika dan Vera merelakan kontol Tommy dan Rio masuk ke memeknya demi kemenangan, tapi akhirnya Vera memenangkanya dengan gaya berkuda menaklukkan kontol Rio untuk memuncratkan spermanya dan menang, karena Tika yang sudah kelelahan main dengan Dedy dan Rio hanya pasrah menggunakan gaya missionaris yang mengharuskan Tommy yang bekerja keras sendirian, meski keluar sperma, keduanya harus minum sperma, Tommy sempat muntah-muntah saat minum sperma gara-gara jijik, tapi karena sudah ada perjanjian dia terpaksa harus minum.

Selanjutnya adalah partai cepat karena keempatnya pasangan ini, cowoknya adalah anak-anak baik, sehingga tidak keluar sperma selama pesta. Para laki-laki ini hanya sebagai pemandu sorak saja istilahnya, meskipun ceweknya juga sama sekali belum pernah main-main dengan kelamin laki-laki, tetapi agresifitas merekalah yang membuat menang melawan pasangan lawan, Robin dan Reza menang atas Niko dan Fina, sedangkan Andi dan Ira kalah dari Adi dan Dewi, meski hanya selisih beberapa detik.

Lomba selesai dan menyisakan kelelahan dipihak cowok dan meninggalkan banyak sperma dalam baskom. Tapi begitu dikatakan selesai oleh ketua, para cowok protes, karena pihak cewek semua sudah tahu dan melihat seperti apa kontol mereka, bahkan pernah memeganginya, tetapi pihak cewek belum tentu pernah mendapat perlakuan sama dari cowok.

Cerita Akhir Mengelar Pesta Sex Saat Kelulusan Sekolah Di sebuah Villa


Akhirnya agar adil diputuskan pasangan undian tadi boleh berganti posisi, cowok boleh merangsang balik si cewek sampai puas, dari sini hanya Erik dan Sinta yang tidak melakukannya karena sudah benar-benar kecapekan bermain dengan pacarnya tersebut. 

Sedangkan pasangan dadakan yang akhirnya melakukan seks adalah Ivan dan Nina, Ivan yang sedianya hanya melakukan oral terhadap vaginanya Nina akhirnya memasukkan juga penisnya karena tak tahan godaan yang dilakukan Nina. Terlihat Nina begitu senangnya, begitu pula Ivan yang terlihat puas meski agak kecapaian.

Setelah semua kecapekan, satu persatu membersihkan diri dan berkemas. Acara pesta perpisahan itu diakhiri makan bersama, Pukul 23.00 kami membubarkan diri, pulang dengan membawa kenangan masing-masing.

Rabu, 03 Januari 2018

Ditemani Mbah Dewi Nonton Bokep

Pada postingan kali ini, pusaranlendir.site akan menyajikan sebuah cerita dewasa dengan judul Ditemani Tante Dewi Saat Nonton Bokep kepada kalian semua. Cerita sex ini bermula dari aku yang sedang bosen saat itu dan tidak terbayang bisa nntn bokep bersama tante dewi dan mempraktekkanya. Langsung saja yuk.


Perkenalkan namaku Iwan. Umurku 24 tahun dan aku adalah mahasiswa tingkat akhir sebuah univertias di Jakarta. Saat ini aku tinggal menyelesaikan skripsi, tetapi sampai sekarang masih belum selesai.

Mungkin karena aku saat ini terlalu fokus pada bisnis wiraswastaku, membuatku agak mengabaikan skripsiku. Tetapi aku berniat untuk mulai mengerjakannya lagi di tengah2 kesibukan mengerjakan proyek-proyek bisnisku. Bangga juga bila mempunyai gelar nanti, dan terlebih hal itu bisa membuat orang tuaku senang.

Semenjak aku kenal dengan Tante Sonya aku selalu jadi ketagihan bermain sex. Aku selalu memikirkan hal itu, terutama bila setelah beberapa hari tidak ada penyaluran. Memang aku mempunyai pacar, tetapi dengan Monika pacarku itu, aku hanya bercumbu saja dan tidak sampai berhubungan lebih jauh. Dia memang ingin mempertahankan mahkotanya sampai menikah nanti.

Berhubung sekarang aku sudah mempunyai penghasilan, aku bisa menggunakannya sebagian sebagai ‘biaya’ kenakalanku. Kadang aku dan temanku pergi hunting ABG yang sering nongkrong di mall atau tempat nongkrong lainnya. Hanya saja aku lebih suka kalau mengencani Tante girang yang kesepian, selain banyak pengalaman, juga bebas risiko dari penyakit.

Aku juga masih sering berhubungan dengan Tante Sonya dan juga teman-temannya. Memang Tante Sonya ini memperkenalkanku dengan beberapa temannya yang kesepian. Mungkin lain kali aku akan menceritakan pengalaman nikmatku dengan mereka, tetapi saat ini aku ingin menceritakan kejadian lain beberapa hari yang lalu.

Malam itu aku sedang suntuk di tempat kosku. Aku perlu refreshing setelah mengerjakan salah satu proyek pesanan klienku. Kutelepon pacarku Monika untuk kuajak nonton, tetapi ternyata dia bilang bahwa dia sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya yang sudah mendekati deadline.

Akhirnya kuputuskan saja untuk membeli DVD sekalian makanan untuk malam nanti. Di dekat tempat kosku, memang terdapat penjual DVD bajakan. Sudah sering aku beli DVD di tempat itu, malahan aku sudah kenal cukup dekat dengan penjualnya.


Cerita sex awal Ditemani Mbah Dewi Nonton Bokep


Umurnya sekitar 25 tahunan dan berbodi seksi. Namanya Dewi, dan orangnya memang agak genit. Kalau dilihat sekilas ada miripnya dengan artis sinetron indonesia. Hanya bodinya jauh lebih seksi jika dibandingkan aktris sinetron itu.

“Hai.. Mbak. Ada film baru nggak?” tanyaku setelah sampai di tempatnya berjualan.
“Ada Wan.. Nih pilih aja sendiri” katanya sambil menyodorkan setumpuk DVD. Kulihat DVD tersebut satu persatu yang menarik.
“Mbak, dicoba dulu dong” kataku sambil menyerahkan kedua DVD itu padanya.

“Hai.. Mbak. Ada film baru nggak?” tanyaku setelah sampai di tempatnya berjualan.
“Ada Wan.. Nih pilih aja sendiri” katanya sambil menyodorkan setumpuk DVD. Kulihat DVD tersebut satu persatu yang menarik.
“Mbak, dicoba dulu dong” kataku sambil menyerahkan kedua DVD itu padanya.
“Sedang sendirian nih Wan? Nggak pergi sama pacar?” tanyanya.
“Iya Mbak. Sedang suntuk nih, makanya saya beli DVD” sahutku.
“Mau yang lebih seru nggak?” tanyanya lagi sambil tersenyum genit.
“Boleh.” jawabku.

Dia pun lalu mengambil bungkusan plastik hitam dari balik lacinya, dan menyerahkannya padaku. Kulihat isinya, ternyata DVD porno.
“Wah.. Kalau beli ini nontonnya nggak bisa sendirian nih” pancingku.
“Emang perlu Mbak temenin?” godanya.
“Siapa takut.. Bener nih?” tanyaku. Aku senang sekali mendengarnya. Aku merasakan penisku sudah mulai tegang membayangkan nikmatnya tubuh Mbak Dewi.
“Tapi nanti ya Wan.. Satu jam lagi aku off. Jemput aja aku nanti”

Akhirnya setelah janjian dan membayar DVD yang kuambil, 2 DVD biasa dan satu DVD porno, aku pun pergi dahulu untuk makan malam sambil menunggu Mbak Dewi pulang. Aku pergi ke restoran fast food yang berada tak jauh dari tempat penjualan DVD itu. Tak sabar aku menunggu satu jam lagi.

Ditemani Mbah Dewi Nonton Bokep Di kosan ku 


Singkat cerita, Mbak Dewi telah berada dalam mobilku. Aku pun memacu mobil kembali ke tempat kosku.
“Ih.. Kok ngebut sih Wan? Udah pengen ya?” godanya genit.
“Iya nih Mbak.. Iwan udah pengen diajarin Mbak” sahutku asal.
“Ah.. Pasti kau udah pinter kan..” jawabnya sambil menyilangkan kakinya. Paha mulusnya makin menambah gairahku.
“Kamu kalau main kuat berapa lama Wan? Jangan cepet lho.. Puasin Mbak dulu ya?” tanyanya lagi genit.
“Iya pasti Mbak puas deh..”
“Habis tunangan Mbak kalau main cepet banget..” katanya lagi. Pantas jadi genit begini, pikirku.

Sesampainya di tempat kosku, aku langsung masuk ke kamarku bersama Mbak Dewi. Memang di tempat kosku ini, kamarku agak terpencil hingga bebas saja membawa siapa pun masuk ke tempat kosku ini.

Kunyalakan AC dan TV-ku. Segera kupilih DVD porno dan kunyalakan DVD playerku. Aku pun kemudian beranjak menuju ranjang dimana Mbak Dewi telah menunggu. Kami kemudian menikmati tontonan seru itu. Di layar TV tampak seorang gadis bule cantik sedang disetubuhi di tempat permainan bowling. Desahan suara gadis itu begitu menggairahkan. Tampak lawan mainnya sangat menikmati keindahan tubuh gadis itu saat menyetubuhi sambil menghisapi payudaranya.

Nafas Mbak Dewi sudah memberat di sebelahku. Tangannya mulai meremasi tanganku. Kupalingkan wajahku menatapnya dan Mbak Dewi langsung melumat bibirku. Diciuminya aku dengan penuh gairah. Lidahnya mulai menerobos masuk ke dalam rongga mulutku, yang kemudian kuhisap gemas. Tanganku pun mulai meremasi payudaranya yang kenyal dari balik T-shirtnya yang ketat.

“Sebentar.. Mbak buka dulu ya” katanya sambil melepaskan T-shirt putih yang dipakainya. Tampaklah payudaranya yang besar dibungkus BH berwarna krem. Puting payudaranya tampak menonjol di balik kain BH-nya itu.
“Ayo kamu yang buka BH-nya Wan” ujarnya menggoda.


Mbah Dewi Wanita Cantik dan Sexy


Tanganku langsung membuka kaitan BH di punggungnya. Lalu kuturunkan tali penyangga dari pundaknya, dan terpampanglah payudara Mbak Dewi di depanku. Payudara yang ranum dan besar, dengan putingnya yang menonjol menantang. Kuusap-usap dan kupilin perlahan puting payudara Mbak Dewi yang manis ini, sambil kemudian kuciumi lagi bibirnya.

“Ayo Wan, tunggu apa lagi. Isap susu Mbak dong” pintanya. Sambil berkata demikian, tangan Mbak Dewi agak menekan kepalaku ke bawah menuju dadanya. Tanpa menunda waktu lagi kujilati seluruh permukaan payudaranya.
“Ohh..” lenguh Mbak Dewi ketika lidahku mengenai putingnya yang telah menonjol keras.

Erangannya semakin menjadi ketika kuhisap putingnya sambil sesekali kugigit perlahan. Sementara aku menghisapi payudaranya yang sebelah kiri, tanganku mempermainkan payudara yang sebelahnya. Tangan Mbak Dewi mengusap-usap rambutku sambil terus mengerang nikmat.

“Iya Wan.. Bener gitu.. Aduh.. Enak.. Oh..” erang Mbak Dewi sambil meliuk-liukkan badannya. Aku pun semakin bernafsu menghisapi dan menjilati payudaranya yang kenyal itu.

Kulirik layar TV, dan di layar terpampang adegan dimana seorang gadis bule berambut pirang sedang dijilati vaginanya di atas sebuah meja billiard. Erangan gadis tersebut dari suara TV bercampur dengan suara lenguhan Mbak Dewi yang sedang kulahap payudaranya.

“Ayo Wan.. Mbak ajari seperti itu” ujarnya sambil menarik rambutku dan menunjuk ke layar TV. Kemudian didorongnya pundakku menuju ke arah bawah.
“Cepet buka celana Mbak” katanya lagi.

Aku pun kemudian mengangkat rok jeans mininya dan tampaklah celana dalam warna krem berenda yang dipakainya. Kubuka celana dalam itu, dan tampaklah liang kewanitaannya dengan rambut yang tercukur rapi. Tangan Mbak Dewi mengelus-elus kemaluannya sendiri, sambil matanya menatapku genit.


Merangsang Mbah Dewi 


“Ayo Wan. Mbak pengen ngerasain jilatanmu di sini” katanya lagi sambil tangannya masih sibuk mengusap-usap vaginanya.
Kudekatkan kepalaku ke liang kewanitaannya, dan kujulurkan lidahku. Perlahan kujilati vaginanya. Tubuh Mbak Dewi menggelinjang hebat kala itu, sambil mulutnya mengerang dan meracau nikmat.
“Ohh.. Wan.. Ya.. Jilati terus Wan.. Enak.. Ohh..”.

Sambil melenguh, tangannya menekan kepalaku ke selangkangannya, dan akupun dengan penuh gairah menikmati liang vagina Mbak cantik ini. Erangannya semakin keras dan tubuhnya meliuk-liuk liar ketika aku menghisapi klitorisnya.
“Terus Wan.. Oh.. Oh..” sambil mengerang Mbak Dewi meremas-remasi payudaranya sendiri.
“Ayo Wan, kamu tidur di sini” katanya sambil bangkit dari ranjang.
“Mbak ajari posisi yang lebih enak”

Aku pun patuh dan tidur telentang di ranjang. Sementara kulihat sekilas di TV, si gadis bule cantik sedang disetubuhi secara doggy style di atas meja billiard. Erangan suara dari TV menambah erotis suasana di dalam kamarku. Mbak Dewi kemudian naik ke atas wajahku. Diturunkannya tubuhnya, sehingga liang kewanitaannya tepat berada di atas mulutku. Kujulurkan lidah, dan Mbak Dewi kemudian menggoyang-goyangkan pantatnya di atas wajahku. Erangan Mbak Dewi kembali bersaing dengan erangan dari DVD porno di TV.

“Oh.. Oh..” erang Mbak Dewi sambil pantatnya terus bergoyang-goyang mencari kepuasan.
Kujilat dan kuciumi dengan penuh gairah vagina Mbak manis ini. Tangan Mbak Dewi memegang pinggiran ranjang di atas kepalaku, sementara tubuhnya terus bergoyang mencari kepuasan birahi. Beberapa lama kemudian, goyangan pantat Mbak Dewi semakin menjadi.

“Oh.. Wan.. Mbak hampir sampai.. Ohh..” lenguhnya panjang. Tubuhnya menegang, dan saat itu banyak cairan nikmat keluar dari vaginanya. Kuhisap habis cairan kewanitaan itu, dan tak lama Mbak Dewi pun menjatuhkan tubuhnya di sebelahku.
“Kamu hebat Wan.. Dengan Mas Joko belum pernah aku orgasme seperti tadi” katanya sambil tangannya mengusap-usap dadaku.
“Mbak istirahat sebentar ya” katanya lagi.

ML Dengan Mbah Dewi 


Sebenarnya nafsuku sudah memuncak, tetapi aku tak mau memaksa Mbak seksi ini untuk melayaniku saat itu juga. Kami pun lalu kembali menonton DVD porno yang masih terpampang di layar TV. Di layar tampak sekarang seorang gadis bule berambut pirang sedang bermain tenis dengan seorang pria. Setelah bermain, mereka beristirahat dan mulai bercumbu. Si gadis bule tersebut lalu membuka celana si pria dan tampak terkejut melihat ukuran penisnya yang besar.

“Oh.. my god.. I love it.. So big” desah si gadis sebelum memasukkan penis itu ke dalam mulutnya.
Tampak gairah Mbak Dewi kembali bangkit melihat adegan itu.
“Punyamu besar begitu nggak Wan?” tanyanya sambil tangannya mulai meraba kemaluanku.
“Lumayan deh Mbak. Memang Mbak suka yang besar ya?”
“Iya. Semakin besar Mbak semakin suka” jawabnya genit.
“Ya udah Mbak lihat aja sendiri” kataku.

Mbak Dewi tersenyum dan mulai membuka celana panjangku.
“Ih.. Besar juga punyamu Wan. Sampai celananya nggak cukup tuh”
Memang karena nafsuku sudah memuncak, kepala penisku tampak mencuat keluar tak tertampung celana dalamku. Mbak Dewi tak sabar membuka celana dalamku. Tangannya kemudian mengocok perlahan senjata kelelakianku itu.

“Ih.. Keras banget.. Mbak suka kontol yang kayak gini. Besar, panjang, dan keras. Pasti cewek kamu puas ya.” katanya lirih.
Wajah Mbak Dewi kemudian mendekati selangkanganku. Hembusan nafasnya terasa hangat di kulit kemaluanku ketika dia mengamati penisku dengan pandangan gemas. Rasa nikmat yang luar biasa menjalar tubuhku ketika lidah Mbak Dewi yang cantik ini mulai menari di kepala penisku. Dijilatinya kepala penisku berikut batangnya. Setelah itu dengan rakus dikulumnya batang kemaluanku. Srrpp.. Srpp.. Bunyi itu yang terdengar ketika Mbak Dewi memaju-mundurkan kepalanya menghisapi penisku.

Cerita Akhir Kenikmatan ML Dengan Mbah Dewi Di Kos-kosan ku


“Ahh.. Kontolmu enak Wan.. Mbak suka.. Hmm” desah Mbak Dewi ketika dia menghentikan kulumannya untuk menjilati batang kemaluanku.
Sesaat kemudian, penisku kembali menyesaki mulutnya yang haus kejantanan lelaki itu. Sementara mulutnya menikmati kejantananku, tangan Mbak Dewi mengelus-elus buah zakarku. Aku tak kuasa lagi untuk menahan erangan nikmatku. Tanganku pun meremas-remas rambut Mbak Dewi gemas.

Mbak Dewi semakin cepat menghisapi penisku. Kadang mulutnya dimiringkan, sehingga penisku membuat pipinya tampak menggelembung. Tangannya pun semakin cepat mengocok batang kemaluanku. Kemudian dikeluarkannya penisku dari mulutnya, dan kembali dijilatinya seluruh permukaan penisku sambil tangannya mengurut-urut buah zakarku.

“Keluarin di mulut Mbak Wan.. Mbak pengen minum spermamu..” katanya dengan nada memerintah.
Aku tentu tak menolak perintahnya. Memang aku sudah tidak tahan lagi. Sambil mengerang nikmat, aku pun mengalami ejakulasi. Saat itu, Mbak Dewi malah kembali mengulumi kemaluanku, sehingga spermaku pun masuk ke dalam mulutnya. Mbak Dewi kemudian menjilati kemaluanku sampai bersih.

“Enak Wan..?” tanyanya sambil menjilati spermaku di sudut bibirnya.
“Enak Mbak..” jawabku lemas.

Kami pun lalu kembali beristirahat sambil menonton tayangan DVD. Kali ini dilayar tampak seorang gadis ABG bule berambut coklat sedang belajar memancing. Tak lama gadis itu sudah bercumbu dengan pelatihnya. Si gadis ABG menaiki tubuh lawan mainnya, dan mulai memompa tubuhnya naik turun. Sementara si aktor, seorang lelaki setengah baya, meremasi payudara gadis tersebut yang bergelantungan indah. Adegan persetubuhan lalu dilanjutkan dengan gaya doggy style. Tak lama kami pun kembali terangsang.

“Wan.. Mbak pengen seperti itu. Mbak pengen ngerasain ngentotin kontolmu. Pasti lebih enak daripada punyanya Mas Joko” katanya sambil meraba kemaluanku dan mulai menciumi bibirku.
Mbak Dewi melepaskan rok mininya yang masih tersisa, lalu menaiki tubuhku dan mengarahkan kemaluanku pada lubang kewanitaannya.
“Ohh..” desahnya saat penisku mulai menerobos liang vaginanya.

Dia pun mulai memompa kemaluanku naik turun. Terkadang dia pun mengoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan. Suara deritan ranjang, erangan Mbak Dewi, serta erangan suara dari DVD memenuhi kamar kosku. Walaupun AC kamar telah dinyalakan, tetap saja tubuh kami berkeringat. 

“Ayo Wan.. Sekarang Mbak pengen dientotin dari belakang” katanya setelah dia keluar untuk yang kedua kalinya, sambil bangkit dari tubuhku. Dia kemudian menungging sambil tangannya memegang ujung ranjang. Aku pun segera memasukkan penisku kembali ke dalam vaginanya.
“Ohh.. Enak Wan.. Terus Wan.. Ohh.. Yang cepat.. Ohh” desah Mbak Dewi saat kupompa tubuhnya. Tanganku meremasi payudaranya yang bergoyang menggemaskan. Terkadang kuremas pula pantatnya yang bulat padat menantang.
“Ayo Wan.. Mbak hampir sampai.. Terus wan.. Oh.. Ohh.. Ohh..”

Tubuh Mbak Dewi kembali mengejang, lalu rebah lemas di atas ranjang. Kali ini aku tak mau lagi ‘menggantung’. Kubalikkan badan Mbak Dewi dan kuarahkan penisku kembali ke liang vaginanya yang telah licin oleh cairan orgasmenya. Kugenjot tubuh Mbak yang seksi ini dengan gaya missionary.

Dalam posisi ini, aku memegang kakinya erat-erat, sementara Mbak Dewi asyik mengerang-erang kenikmatan. Cukup lama menggenjotnya di posisi ini. Tak lama aku pun tak tahan lagi menahan ejakulasiku yang kedua. Wajah cantik Mbak Dewi ditambah dengan erangannya setelah orgasmenya yang keempat, serta jepitan vaginanya yang nikimat di kelaminku membuatku segera mencapai puncak.
“Aku sampai Mbak.. Ahh” jeritku tertahan ketika aku menyemburkan spermaku dalam rahimnya.

Kami pun terbaring lemas di atas ranjang. Puas sekali rasanya menyetubuhi Mbak Dewi nan ayu ini. Kunyalakan sebatang rokok untuknya. Kami kemudian mengobrol dan bercanda sambil tiduran di atas ranjang.
“Wan.. Anterin aku pulang ya” katanya setelah dia menghabiskan rokoknya.
“Lho.. Udah malam Mbak nanggung. Nginep di sini aja”
“Wah jangan Wan.. Besok pagi Mas Joko mau jemput aku berangkat kerja. Aku juga nggak bawa pakaian ganti” jawabnya.

Akhirnya, aku mengantar dia ke rumahnya. Cuma aku menurunkannya agak sedikit jauh dari rumahnya agar tetangganya tidak curiga. Enak juga nonton bokep bareng Mbak Dewi. Mungkin aku akan semakin sering beli DVD bokep XXX nantinya.